PertanyaanPertanyaan Filsafat. Anak-anak sering mengajukan pertanyaan kepada orang dewasa, ia lontarkan pertanyaan tersebut secara alamiah. Hasrat ingin tahu yang kuat membuat anak-anak cerewet bertanya dan pertanyaannya pun mengandung makna filosofis yang sulit dijawab oleh orang dewasa.
SemulaDijawab: Mengapa filsafat sangat sulit difahami? Filsafat itu adalah ilmu yang rumit dan sulit. Buktinya orang-orang yang bergelut dengan filsafat kerap mengutarakan kata-kata dan teori yang sulit dimengerti oleh banyak orang. Mereka kerap mengigau dengan "bahasa-bahasa setan".
1 Jelaskan peranan lembaga pendidikan dalam membangun karakter bangsa. JAWABAN: kebutuhan bangsa terhadap generasi berkarakter merupakan sesuatu hal yang sangat mendesak seiring gelombang modernitas yang semakin besar. Membicarakan tentang pembangunan karakter bangsa tidak akan pernah lepas dari pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Dalamfilsafat ilmu mempelajari masalah kemanusiaan dalam hidup ini yang meliputi 3 hubungan penting manusia diantaranya Jawab : 1. Hubungan manusia dengan keberadaan tuhan 2. Hubungan manusia dengan alam semesta 3. Hubungan manusia baik secara individual maupun kelompok - Sejarah perkembangan filsafat 1.
Search Makalah Tentang Covid 19 Terhadap Pendidikan. Pendidikan Terhadap Covid Makalah Tentang 19 . plr.villetteaschiera.perugia.it; Views: 27371: Published: 1.08.2022: Author: manfaat belajar filsafat pendidikan dan ruang ruang lingkup filsafat pendidikan Menurut UU No Latar Belakang Pemerintah Indonesia baru mengonfirmasi kasus pertama .
PEMIKIRANPENDIDIKAN ISLAM Analisis Teologis-Normatif, Historis-Sosiologis dalam Filsafat Pendidikan Islam dan Implementasinya d. Pertanyaan Tentang Landasan Dan Asas Pendidikan - Rasanya. FILSAFAT MODERN: ASPEK ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS Fatkhul Mubin fatkhulmubin90@ A. Latar Bela.
. Sebagai manusia, kita sering sekali bertanya pada diri sendiri mengenai kehidupan atau mengenai keadaan alam semesta dan sekitarnya. Berbagai pertanyaan yang diajukan ini sebenarnya bertujuan untuk melatih daya pikir sekaligus untuk menganalisis keberadaan kita di dunia. Seringkali, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ini bersifat filosofis sehingga sulit ditemukan jawabannya, karena pemikiran manusia pada dasarnya juga bersifat terbatas. Filosofi atau sering juga disebut sebagai Filsafat merupakan sebuah disiplin ilmu yang ingin mencoba memahami keberadaan manusia dan dunia. Manusia dan alam semesta sebenarnya berada di sekitar kita setiap harinya, tapi sayangnya masih banyak sekali pertanyaan yang tersembunyi tentang keduanya, yang ternyata sulit ditemukan jawabannya. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan filsafat yang bisa bikin kamu berpikir keras untuk menemukan jawabannya. Baca selengkapnya terkait aliran filsafat. Kumpulan Pertanyaan Filsafat yang Sulit Dijawab tentang Manusia dan Alam Semesta 1. Apa rahasia untuk menjadi manusia yang bahagia? Pertanyaan ini telah banyak diajukan kepada para ilmuwan di masa lalu yang tentunya belum terpecahkan dan belum ditemukan jawabannya sampai sekarang. Perlu dipahami bahwa kebahagiaan sebenarnya memiliki arti atau makna yang berbeda-beda, tergantung dari bagaimana kita menilainya. Perbedaan pendapat mengenai kebahagiaan inilah yang akhirnya membuat kita juga kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang satu ini. 2. Apakah takdir itu nyata? Dalam hidup, kita mungkin sering merasa bahwa kita sedang berada di tempat dan waktu yang tepat. Apakah ini bisa disebut sebagai takdir atau hanya kebetulan belaka? Apakah hidup kita saat ini sedang dikendalikan oleh sesuatu yang kekuatannya lebih tinggi dari alam semesta? Sebagian orang berpikir bahwa itu adalah kehendak ataupun takdir Tuhan, tapi ada juga sebagian orang yang tidak percaya konsep ketuhanan. Pada dasarnya, kita tidak akan menemukan jawaban yang universal terkait pertanyaan ini karena semua manusia memiliki pendapatnya masing-masing. 3. Apakah Tuhan itu ada? Pertanyaan ini akan kembali lagi kepada konsep Ketuhanan, ada sekelompok manusia yang percaya, namun ada juga yang tidak. Pada dasarnya, ilmu sains sendiri belum menemukan bukti apapun yang bisa menyatakan keberadaan Tuhan, hal inilah yang tentunya dipercaya secara logis oleh beberapa orang Atheis. Tapi bagi orang yang menganut agama atau kepercayaan resmi di suatu negara, mereka mempercayai dan meyakini bahwa Tuhan memang hidup dalam hati mereka dan mengatur segala peristiwa yang terjadi dalam hidup mereka. 4. Apakah teori Big Bang itu nyata? Teori Big Bang merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa alam semesta dimulai dari satu titik yang berhawa panas dan padat, yang kemudian mengembang dan membentang jauh hingga membentuk alam semesta. Meskipun sudah banyak ilmu sains yang mencoba menjawab teori ini, tapi pemikiran manusia pada dasarnya hampir tidak mungkin memahami keseluruhan teori Big Bang secara utuh. Tanpa disadari, pertanyaan ini justru akan mengarahkan kita untuk merenungkan sesuatu yang jawabannya sangat rumit untuk divisualisasikan karena sangat berlawanan dengan intuisi manusia. Baca juga Teori Terbentuknya Alam Semesta 5. Apakah ada objektivitas dalam kehidupan? Objektivitas merupakan sebuah penilaian terhadap sesuatu yang buktinya bisa dilihat secara nyata dan tidak bersifat individual. Tapi dalam kehidupan, manusia sejatinya lebih suka membangun realitasnya sendiri. Hal ini membuat penilaiannya terhadap sesuatu akan bersifat subjektif. Subjektivitas ini bisa digambarkan sebagai asumsi, persepsi, atau interpretasi yang dipengaruhi oleh pengalaman, pikiran, atau perasaan, tanpa harus mengandalkan bukti atau fakta tertentu. 6. Apakah manusia bisa menghentikan pemanasan global? Perjanjian Paris tahun 2015 merupakan perjanjian pertama yang membahas mengenai perlindungan iklim dan cara untuk melawan adanya pemanasan global. Ada banyak cara yang dianggap bisa membantu, seperti menurunkan suhu ruangan sebanyak dua derajat celcius, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan masih banyak lagi. Tapi, apakah semua cara ini bisa benar-benar dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia? Bagaimana jika kita terlambat dan pemanasan global sudah terlanjur meluas? Apakah ada tindakan atau cara-cara baru yang lebih efektif untuk menangani hal ini? Sayangnya, berbagai pertanyaan ini belum bisa dijawab dengan tepat. Akibatnya, dampak dari pemanasan global pun perlahan-lahan mulai terasa. Dari berbagai pertanyaan ini, bisa disimpulkan bahwa alam semesta memang tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Pasalnya, masih ada banyak sekali rahasia yang tersembunyi dan belum terungkap sampai sekarang, bahkan oleh para ilmuwan maupun ahli sains sekalipun. Meskipun sulit, mempelajari tentang manusia dan alam semesta sebenarnya menjadi sangat menarik, karena kita akan menemukan banyak hal baru diluar pemikiran kita yang akan membantu memperluas wawasan dan sudut pandang yang kita miliki. Salah satu buku yang bisa menjadi referensi untuk mengetahui seluk beluk alam semesta adalah buku Kosmos Aneka Ragam Dunia yang ditulis oleh Ann Druyan. Buku ini sebenarnya merupakan buku lanjutan dari sebuah petualangan besar yang sebelumnya diawali oleh Carl Sagan dalam bukunya yang berjudul Kosmos. Melalui buku Kosmos Aneka Ragam Dunia, penulis akan memberikan kita gambaran mengenai seberapa luasnya alam semesta yang kita tinggali saat ini. Kita juga akan diajak membayangkan bagaimana kehidupan manusia di masa depan jika teknologi dan ilmu sains sudah semakin berkembang. Buku dengan tebal 420 halaman ini tidak hanya akan membahas soal betapa luasnya alam semesta, tapi juga mengajarkan bagaimana merawat dan menjaga alam semesta, karena manusia pada dasarnya bukanlah satu-satunya makhluk yang menetap dan tinggal disana. Buku ini bisa kamu beli dan dapatkan melalui Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya. promo diskon
Ilustrasi pertanyaan filsafat yang sulit dijawab, sumber foto geralt by pertanyaan filsafat yang sulit dijawab oleh manusia akan membuat kamu menjadi berpikir lebih kritis. Hal ini tentu saja membuat kamu lebih mudah terjebak dalam kehidupan sehari-hari yang rumit. Pertanyaan filsafat yang sulit secara tidak langsung akan membangun praktik berpikir kritis tentang dunia. Sehingga kamu akan lebih percaya diri dalam membuat suatu keputusan. Ingin lebih percaya diri dalam membuat keputusan dan berpikir kritis? Yuk beberapa pertanyaan filsafat pada artikel berikut tentang Filsafat yang Sulit DijawabIlustrasi pertanyaan filsafat yang sulit dijawab, sumber foto geralt by dari laman Scienceofpeople, berikut ini adalah beberapa pertanyaan tentang filsafat yang sulit dijawab oleh manusia. 1. Pertanyaan Filsafat tentang PerilakuApa saja perbedaan antara orang baik dan orang jahat? Seberapa pentingkah untuk menjadi orang baik? Apa yang membuat orang merasa lebih terikat pada beberapa orang daripada orang lain? Adakah kesamaan moral diantara kelompok orang dan budaya yang beragam? Apakah individu itu penting? Jika iya, penting dalam hal apa? Jika kembar identik tumbuh tanpa mengenal satu sama lain, seberapa mirip dan berbedanya mereka? 2. Pertanyaan Filsafat tentang CintaBagaimana kamu tahu bahwa kamu dicintai? Apa itu cinta menurut kamu? Bagaimana kamu tahu bahwa sedang mencintai seseorang? Apakah keinginan dicintai merupakan keinginan bawaan dari manusia? Apakah cinta membutuhkan tindakan, atau hanya sebagai perasaan? Dalam hal apa yang membuat cinta, hasrat seksual dan nafsu berbeda satu sama lain? Apakah kehilangan cinta dapat mengubah pandangan hidup seseorang? Bisakah seseorang menunjukkan cinta tanpa terlebih dahulu dicintai? Apa cinta termasuk aspek intrinsik dari sifat manusia atau tindakan timbal balik? Apakah cinta bisa menjadi suatu hal yang buruk? Bisakah cinta yang romantis bertahan pada satu orang untuk selamanya? 3. Pertanyaan tentang Hak Asasi ManusiaApa yang dimaksud dengan Hak Asasi Manusia HAM?Apakah otonomi merupakan hak asasi manusia? Apa kebebasan berbicara termasuk hak asasi manusia? Apa saja perbedaan antara hak asasi manusia dan hak istimewa? Jika orang menyebarkan informasi yang salah, apakah harus tetap dibiarkan saja? Pada titik mana dalam perkembangan manusia, dari janin menjadi bayi, seseorang menjadi manusia dan memperoleh hak? Bagaimana masyarakat dapat bekerja untuk membongkar rasisme sistemik, seksisme, kemampuan dan bentuk diskriminasi lainnya? Sekarang kamu sudah bisa memulai untuk menjawab pertanyaan filsafat yang sulit dijawab manusia di atas. Dengan menjawab pertanyaan tersebut akan membantu kamu menjadi seseorang yang berpikir kritis. Selamat mencoba! DSI
Ilustrasi 10 pertanyaan tentang filsafat dasar untuk mahasiswa jurusan pendidikan. Sumber blende12/ dasar adalah salah satu mata kuliah yang ditempuh oleh mahasiswa jurusan pendidikan. Terdapat beberapa pertanyaan tentang filsafat dasar yang membantumu dalam dalam bukunya berjudul Filsafat Pendidikan menjelaskan bahwa dalam proses belajar-mengajar di dunia pendidikan, salah satu hal penting yang dilakukan adalah menyalurkan nilai-nilai hidup dan norma tingkah laku. Kedua poin tersebut dibahas dalam filsafat pendidikan. Lantas, bagaimana bentuk pertanyaan tentang filsafat dasar untuk mahasiswa jurusan pendidikan? Simak penjelasannya dalam artikel Filsafat PendidikanIlustrasi mengenal filsafat pendidikan. Sumber StockSnap/ pendidikan adalah salah satu cabang ilmu filsafat yang biasa dipelajari oleh calon pendidik saat berani di jenjang menjadi dasar ilmu pengetahuan manusia dalam menjalani hidup, baik tentang kehidupan bersosial, alam semesta, dan dalam menyelesaikan dan Rusdiana dalam Pengantar Filsafat Pendidikan menerangkan bahwa fungsi dari filsafat pendidikan adalah membantu seseorang dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan di lingkup filsafat juga membantu manusia dalam memahami diri dan kodratnya. Selain itu, induk ilmu pengetahuan ini menjadi salah satu kunci manusia dalam mengatasi berbagai tentang Filsafat DasarAda beberapa pertanyaan tentang filsafat dasar yang membantumu dalam menjalani perkuliahan pendidikan. Berikut ini adalah sejumlah pertanyaan yang bisa coba untuk kamu pahami cara kita dalam memandang bakat setiap orang yang berbeda?Apakah setiap pertanyaan yang diajukan harus memiliki jawaban?Bagaimana filsafat mampu membantu menyelesaikan masalah manusia?Filsafat sejatinya telah dipelajari manusia sejak lahir, bagaimana bentuknya?Apa dasar dari pengetahuan subjektif dan objektif?Bagaimana cara kerja filsafat, sehingga mampu membentuk pemikiran manusia?Mengapa belajar filsafat termasuk hal yang penting?Bagaimana filsafat menjelaskan perilaku yang baik dan buruk?Mengapa filsafat menjadi dasar dari ilmu pengetahuan yang lain?Apa contoh kecil dari filsafat yang perlu kita pahami?Demikian pertanyaan tentang filsafat dasar dan penjelasan dari filsafat pendidikan. Filsafat menjadi ilmu dasar yang sejatinya telah kita pelajari sejak dini. Bahkan, ilmu ini bisa membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahan.
0% found this document useful 0 votes3K views13 pagesDescription100 pertanyaan dasar mengenai filsafatCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views13 pages100 Pertanyaan Tentang Filsafat PendidikanJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
1. Jelaskan hubungan antara filsafat Islam dan pendidikan Islam! Jawab Filsafat Islam merupakan alat utama bagi pendidikan Islam dalam upaya untuk mengembangkan pendidikan Islam. Filsafat Islam menjadi dasar yang membantu pendidikan Islam dalam membedah permasalahan kemudian menemukan penyelesaiannya. Filsafat Islam ada bukan untuk menghakimi kesalahan pendidikan Islam, namun ia hadir memberi sumbangan menjadi sumber hukum dan sumber metode bagi pembaruan pendidikan Islam. Dalam istilah Filsafat Islam’ dan Pendidikan Islam’ kata Islam’ memiliki persamaan yaitu sama-sama menjadi kata sifat yang mengiringi kata Filsafat dan kata pendididikan. Sehingga sebenarnya filsafat Islam dan pendidikan Islam bisa disatukan dalam satu kajian keilmuwan yaitu Filsafat Pendidikan Islam. Karena keduanya memiliki metode yang sama yaitu metode khas islami yang biasa kita sebut dengan metode ijtihad.[1] Pendidikan Islam dipengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Filsafat Islam, karena pendidikan Islam merupakan implementasi dari produk filsafat Islam. Dengan kata lain kandungan yang ada pada pendidikan Islam adalah hasil metode filsafat islam yang berkembang di masyarakat. Sebagaimana pendapat Zuhairini bahwa metode dan sistem serta aliran filsafat Islam dapat mempengaruhi bahkan mengarahkan jalan dan isi pendidikan di kalangan umat islam.[2] Jika kita menghubungkan antara filsafat Islam dengan Pendidikan Islam maka Ahmad D. Marimba mengatakan bahwa Filsafat Pendidikan Islam bukanlah filsafat pendidikan tak terbatas. Selanjutnya ia mengomentari kata radikal’ yang menjadi salah satu ciri berpikir filsafat mengatakan bahwa pandangan ini keliru. Radikal bukan berarti tanpa batas. Tidak ada di dunia ini disebut tanpa batas, dan bukankah dengan menyatakan bahwa seorang muslim yang telah menyakini isi keimanannya, akan mengetahui dimana batas-batas pikiran akal dapat dipergunakan, dan jika ia berfikir serta berfilsafat mensyukuri nikmat Allah, berarti ia radikal konsekuen dalam batas-batas itu. Inilah yang menurut dia disebut sebagai sifat radikal dari filsafat Islam.[3] Dari pernyataan Marimba tersebut maka dapat penulis simpulkan bahwa filsafat Islam dapat menjadi batasan atau aturan main bagi pendidikan islam dalam upaya pengembengannya. Hal inilah yang membedakan dengan filsafat barat umum yang tidak memiliki keterbatasan dan tak terikat dengan paham-paham atau isme yang mengekang. 2. Jelaskan perbedaan yang esensial antara teori-teori pendidikan essensialisme, perensialisme, progressivime, rekontruksi sosial, dan eksistensialisme, terutama menyangkut tujuan pendidikan, kurikulum, peranan guru! Jawab Berdasarkan perkembangan mazhab-mazhab pemikiran pendidikan di Amerika Serikat maka pendidikannya dapat dipetakan ke dalam bagan di bawah ini yaitu sebagai berikut[4] Secara umum pandangan mengenai masing-masing mazhab filsafat pedidikan yang menyangkut tentang tujuan pendidikan, kurikulum, dan peranan guru dapat dipetakan ke dalam tabel berikut ini[5] Teori Pendidikan Tujuan Pendidikan Kurikulum Peranan Guru Perenialisme; dasar filsafatnya adalah Neo Thomisme Thomas Aquinus yang menekankan Iptek yang berasa dari Tuhan. - Siswa mampu menemukan kembali dan menginternalisasi kebenaran masa lalu. Serta mampu menyerap dan menguasai fakta-fakta dan informasi. - Pembelajaran yang bersifat Teacher centered siswa mematuhi perintah guru. - Muatan; kesusastraan, matematika, bahasa, ilmu sosial & sejarah. - Metode; mengkaji dan membaca kitab-kitab buku doktrin masa lalu. - Menanamkan doktrin - Pembiming mental, spiritual, dan pendisiplinan. Essensialisme; dasar filsafatnya adalah idealisme-realisme yang mana sumber kebenaran berasal dari ide-ide gagasan dan realitas di sekitarnya. - Siswa mengetahui warisan budaya dan sejarah seputar inti pengetahuan yang terakumulasi berakumulasi dan bermanfaat - Siswa mampu menyerap ide-ide gagasan - Pembelajaran yang bersifat Teacher centered siswa meniru segala apa yang ada pada guru. - Muatan; ketrampilan Calistung baca-tulis-hitung, eksak, dan ilmu sosial. - Metode; siswa diajak untuk mengembangkan daya fikirnya ide serta memahami dan berempati terhadap dunia fisik di sekitarnya. - Sebagai model contoh yang ideal/patut ditiru - Mempertahankan nilai-nilai insaniah. - Pemilik kewenangan di bidang keahliannya. Progressivisme; dasar filsafatnya adalah eksperimentalisme dan pragmatisme. - Siswa mempunyai ketrampilan, alat, dan pengalaman sosial interaksi dengan alam sekitar - Siswa mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah baik secara pribadi maupun sosial. - pembelajaran yang bersifat student centered siswa berperan aktif untuk menemukan dan mendapat tujuan pembelajaran - muatan; ilmu sosial khususnya komunikasi verbal dan non verbal. - Teknik; pembangunan komunikasi dan buku sebagai alat bukan sebagai sumber pembelajaran yang pokok. - Metode; siswa diajak terjun langsung ke lapangan untuk memecahkan masalah. - Pembimbing dalam sebuah permasalahan proyek rekayasa atau kenyataan untuk dipecahkan siswa. - Memberi tantangan masalah yang harus dipecahkan oleh siswa. - Harus sabar, cerdas, kreatif, dan memiliki peta konsep yang aplikatif. Reconstructionisme; Dasar filsafatnya adalah eksperimetnalisme dan pragmatisme - Siswa mempunyai kesadaran empati atas problem umat manusia - Siswa memiliki ketrampilan untuk memcahkan problem kehidupan universal - Siswa mampu membangun konsep tatanan dunia baru. - pembelajaran yang bersifat student centered siswa berperan aktif untuk menemukan dan mendapat tujuan pembelajaran - muatan; ilmu sosial, politik, & ekonomi - metode; scientific inquiry - menyadarkan siswa atas realitas persoalan-persoalan yang dihadapai umat manusia - sebagai pemimpin lapangan bersama siswa dalam melakukan penelitian. Existensialisme; Dasar filsafatnya adalah eksistensialisme - Siswa mampu mengembangkan potensinya untuk mencari jati dirinya. - pembelajaran yang bersifat student centered siswa berperan aktif untuk menemukan dan mendapat tujuan pembelajaran - Kurikulum bersembur dari siswa, sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhannya. - Teknik; menekankan pada proses pemikiran reflektif. - Muatan; ilmu sastra dan seni sebagai mata pelajaran penting untuk intropeksi dan refleksi. - Metode; mengikutkan siswa pada proyek-proyek untuk mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan. - Guru tidak boleh mengintervensi siswa - Guru sebagai fasilitator untuk mengembangkan bakat siswa - Memiliki sikap ilmiah - Pembimbing siswa dalam pembelajaran. 3. Jelaskan mengapa guru/pendidik agama Islam harus memahami filsafat Pendidikan Islam? Berikan contoh-contoh penerapannya bagi pendidik/guru agama islam dalam pelaksaan tugasnya! Jawab Mempelajari Filsafat Pendidikan Islam merupakan manifestasi pemikiran manusia yang mendasar, sistematis, logi, dan menyeluruh tentang dunia pendidikan yang mana pendalaman ilmunya tidak hanya dilatar belakangi oleh ilmu pengetahuan Islam saja melainkan menuntut manusia untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang dipandang relevan dan diperlukan sesuai dengan perkembangan. Pemikiran filosofis sangat diperlukan dalam upaya mengembangakan dan pengadaan pembaruan PAI, karena dengan cara seperti itu pendidik sebagai manusia akan selalu berfikir dan bertindak yang didasarkan pada nilai-nilai universal dan kepentingan bersama. Oleh sebab itu pendidik PAI dituntut untuk memahami teori-teori disiplin ilmu umum dan juga memiliki pengalaman yang luas tentang masalah kehidupan realistis yang dihadapi oleh masyarakat dan yang dihadapi oleh dirinya sendiri.[6] Dengan kata lain Filsafat Pendidikan Islam merupakan alat yang penting bagi guru PAI untuk menganalisis, membedah, dan sebagai dasar bagi guru dalam upaya pengembangan segala hal yang berhubungan dengan PAI. Jika guru tidak memahami Filsafat Pendidikan Islam secara benar dan menyeluruh maka dapat dipastikan pembelajaran PAI akan berjalan konstan, monoton, dan bisa dikatana tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Contoh-contoh penerapan Guru PAI yang mengajar berlandaskan Filsafat Pendidikan Islam adalah sebagai berikut a. Guru mengadakan inovasi pembelajaran baik dari segi metode, strategi, media pembalajaran, dan segala aspek yang bersangkutan dengan PAI. Misalnya siswa diajak terjun langsung ke lapangan meneliti realitas di sekitar masyarakat pluralis yang terdiri dari santri dengan abangan, kemudian siswa diberikan tugas untuk memecahkan masalah seperti benturan budaya antara abangan dengan santri. b. Guru mengadakan pembaruan materi isi PAI walaupun masih berlandaskan pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pembaruan dimaksudkan untuk membingkai dan mengemas materi PAI menjadi lebih menarik, bernilai guna secara praktis, dan siswa masyarakat menjadi sadar akan pentingnya PAI. Misalnya guru melakukan integrasi, memasukkan ilmu pengetahuan umum ke dalam materi PAI kemudian menghubungkannya secara kontekstual dan tekstual terhadap al-Qur’an dan Hadith. Sehingga PAI hadir tidak hanya untuk mengkritik ilmu pengetahuan umum namun mendukung ilmu umum jika itu dipandang bermanfaat bagi masyarakat secara universal. Dengan kata lain PAI menggugah masyarakat siswa untuk mengembangkan ilmu umum secara luas namun tetap berada dalam pakem dan bingkai nilai-nilai islam. c. Guru PAI senantiasa besifat terbuka inklusif, inovatif, memberikan solusi, dan senantiasa melakukan pengembangan diri dengan cara meningkatkan kualitas melalui pelatihan-pelatihan, melakukan penelitian, melakukan pengabdian di masyarakat yang tidak hanya dalam bidang ritual ibadah keagamaan saja, dan menginspirasi serta memotivasi masyarakat siswa untuk mengembangkan ilmu pengetahaun umum yang berlandaskan nilai-nilai islam demi kesejahteraan manusia di dunia dan kesejahteraan umat islam di akhirat. 4. Akhir-akhir ini di berbagai perguruan tinggi Islam terdapat upaya integrasi antar sains dan agama, atau integrasi imtaq dan ipteks. Jelaskan landasan filosofis dari integrasi tersebut! Jawab Konsep integrasi ilmu yang beberapa tahun terakhir ini menjadi wacana besar di sebagian perguruan tinggi Islam khususnya di UIN merupakan respon dari fenomena politik maupun ekonomi, dan perilaku masyarakat yang sadar akan kebutuhan pendidikan setinggi-tingginya. Penambahan porsi anggaran pendidikan di APBN memberikan peluang besar bagi masyarakat bawah untuk mengeyam pendidikan tinggi. Masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pendidikan memandang perlunya sebuah pendidikan, tentu pendidikan bukan hanya untuk nilai gengsi sosial fenomena latah/ikut-ikutan namun juga untuk investasi keterjaminan peluang kerja dan yang terakhir adalah karena faktor nilai-nilai ilahiah yaitu didasarkan karena faktor murni untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa tendensi apapaun selain ridho Allah atau untuk memenuhi perintah Allah dalam mencari ilmu. Mengahadapi keadaan masyarakat yang semakin pragmatis dan informatif maka lembaga Pendidikan Islam khususnya perguruan tinggi islam sebagai sumber utama pendidikan islam dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap realitas perkembangan masyarakat. Jika tidak menyesuaikan diri maka dapat dipastikan perguruan tinggi islam tidak akan lagi diminati oleh masyarakat. Penyesuaian ini sekaligus sebagai upaya pemodernan, pembaruan, dan peningkatan mutu lembaga pendidikan islam di tengah masyarakat. Secara global ilmu pengetahuan dan produk-produknya telah menyebar ke seluruh penjuru dunia dan tidak bisa dihindari dan terbendung lagi. Jika umat islam tetap acuh, apatis, dan menghindari realitas kemajuan Iptek maka menyebabkan posisi umat islam akan semakin tertinggal jauh dari peradaban barat. Pendidikan Agama Islam yang normatif hanya berisi wahyu, hukum-hukum islam, benar-salah, dan sejarah islam dipandang tidak lagi memiliki nilai arti apa-apa lagi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan umum. Dengan kata lain, masyarakat memandang pesimis PAI akan bisa menyumbang keberhasilan mahasiswa secara praktis menjadi manusia yang sukses dalam menjalani hidup yang semakin kompetitif. PAI dipandang sebagai ilmu hafalan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan secara dogmatis. Sehingga mengesankan bahwa Islam hanyalah agama yang berkaitan dengan ritualitas dan ibadah saja, padahal banyak sekali ayat-ayat dalam al-quran dan hadith-hadith yang diintepretasikan secara kontekstual menggambarkan kepada umatnya untuk mencintai dan mempelajari ilmu pengetahuan secara universal. Berdasarkan kajian ontologis ilmu pengetahuan umum lebih cenderung bersifat netral, dengan arti tidak dapat bersifat islami, kapitalis, sosialis, komunis atau yang lainnya. Akan tetapi ketika seorang ilmuwan menjelaskan tentang perubahan yang telah atau akan terjadi, menerangkan cara memanfaatkan hukum alam, dan mengarahkan pengetahuan tersebut ke arah tertentu maka ilmu pengetahuan tersebut tidak bisa dikatakan netral.[7] Karena analisis yang dilakukan oleh ilmuwan tersebut bisa jadi karena dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan yang telah ia lalui sebelumnya, misalnya adanya doktrin ideologi, agama, ataupun pengalaman pribadi. Dikotomi antara pendidikan umum dengan pendidikan Islam dalam bingkai Filsafat Pendidikan Islam dipandang sebagain umat islam sebagai permasalahan yang sangat mengganggu bagi kepentingan kemajuan peradaban umat islam. Bukankah pendidikan hadir untuk menyiapkan manusia beserta segala akibat turunannya menghadapi segala permasalahan kehidupan. Lantas salahkah jika Ulama pada zaman sekarang melakukan ijtihad baru untuk menjawab permasalahan pendidikan Islam zaman sekarang ini yang dihadapkan dengan pendidikan umum. Oleh karena itu, dipandang perlu dan penting sesegera mungkin pendidikan islam mengadakan integrasi ilmu yaitu bukan dengan cara mencampurkan antara pendidikan umum dengan pendidikan islam seperti mencampurkan air dengan minyak. Integrasi dilakukan untuk tercapainya efisiensi seperti hemat waktu serta biaya dan tercapainya efektifitas sehingga mahasiswa menjadi lebih fokus pada materi yang integral. Yang mana mahasiswa tidak akan lagi membedakan mana mata pelajaran/pendidikan agama dan mana mata pelajaran/pendidikan non agama, namun semuanya terintegral menjadi satu menjadi pendidikan berbasis agama. 5. Selama ini masih banyak kritik yang ditujukan kepada PAI di Sekolah Umum. a. Jelaskan berbagai kritik tersebut! b. Jika anda ditunjuk sebagai konsultan pengembangan PAI di Sekolah umum, apa saja saran-saran anda baik terhadap guru Pendidikan Agama Islam maupun Kepala Sekolah untuk memperbaiki keadaan yang dikritik tersebut? Jawab a. Pendidikan Agama Islam pada era informasi sekarang ini dihadapkan pada berbagai permasalahan mulai dari sistem pendidikan yang tidak integral, kurikulum ahistoris karena lebih mengekor pada pendidikan umum yang pada praktiknya enggan untuk diterapkan secara menyatu, metode yang masih terus menyesuaikan diri, dan tujuan pendidikan yang secara praktis belum terfokus. Walaupun pada faktanya sekarang ini pendidikan Islam secara kelembagaan serta adminsitrasi misalnya Madrasah dan Pondok pesantren mengalami perkembangan pesat, mulai dari sarana prasarana, jumlah mahasiswa, kualitas, dan sistem organisasi yang terstruktur. Namun dari segi Kurikulum sepertinya Pendidikan Islam baik secara isi maupun metode masih tunduk pada pengaruh-pengaruh pendidikan umum. Inilah tugas penting generasi Islam ke depan dalam mentransformasikan pendidikan supaya sistem pendidikan memiliki jiwa-jiwa Islami. Sehingga bukan sistem pendidikan Islam yang dimuati oleh Kurikulum Umum namun bisa terciptanya Kurikulum Umum yang dimuati kurikulum dan sistem pendidikan Islami secara integral. Yang masih menjadi diskusi panjang tentang pendidikan Islam adalah apakah Islam mempunyai konsep tersendiri mengenai Pendidikan versi Islam ataukah tidak sama sekali.[8] Pada kenyataan secara historis kemajuan peradaban Islam di masa Keemasan dahulu diperoleh umat islam karena mengambil, beradapatasi, dan mengadopsi sistem lembaga pendidikan dari peradaban masyarakat yang ia jumpainya sebagai implikasi politik ekspedisi. Jika kita tarik pada permasalahan pendidikan Islam di Indonesia sekarang ini maka kita dapat jumpai bahwa konsep pendidikan di madrasah dan mata pelajara PAI di Sekolah umum belum mengalami perkembangan yang berarti. Intervensi’ secara tak sengaja dari konsep pendidikan umum masih tercium tajam, sehingga terkesan bahwa konsep pendidikan Islam selalu mengekor pada konsep pendidikan Umum. Tentu pembahasan ini masih jauh dengan gagasan bahwa di lembaga madrasah Indonesia harus diadakan kurikulum yang integratif. Jika ditinjau dari kualitas gurunya maka Pendidikan Agama Islam bisa dikatan masih didominasi oleh guru-guru yang terkesan tidak menerima inovasi, tidak bisa mengembangkan PAI menjadi sebuah mata pelajaran yang disukai oleh peserta didik, dan guru memposisikan dirinya sebagai ulama yang harus dipatuhi oleh umatnya. Inilah realitas yang tejadi pada dunia Pendidikan Agama Islam yang berada di sekolah-sekolah umum. Nasib PAI lebih dianaktirikan dan dinomer duakan dari pendidikan-pendidikan lain walaupun secara undang-undang UU no. 20 tentang SISDIKNAS 2003 mengutamakan pada peningkatan iman dan taqwa peserta didik. b. Jika saya ditunjuk menjadi konsultan pengembangan PAI di sekolah umum maka saya akan memberikan saran-saran kepada Guru PAI dan kepala sekolah untuk memperbaiki keadaan berdasarkan kritikan di atas. Diantaranya adalah sebagai berikut 1 Untuk Guru PAI; guru PAI harus banyak membaca literatur umum tidak hanya litaratur agama dan bahasa arab saja, guru PAI mengembangkan ilmu pengetahuannya dengan cara membuat karya ilmiah, guru melakukan pengabdian di masyarakat tidak hanya dalam bidang ibadah namun juga berperan dalam memecahkan masalah umum. Guru lebih bersifat terbuka inklusif dalam menerima ide-ide baru yang dipandang bisa mengembangkan ilmu pengetahuan. Guru PAI mereformulasi metode, strategi, dan media pembelajaran PAI yang lebih menarik dan bernilai kesan bagi mahasiswa. 2 Untuk Kepala sekolah; kepala sekolah memberikan kesempatan kepada guru PAI untuk mengembangkan diri dengan cara mengikuti pelatihan pengembangan diri diluar bidang materi pendidikan islam. Kepala sekolah memfasilitasi wakil kepala bidang Kurikulum untuk mengembangkan kurikulum PAI yang integratif dengan ilmu umum sehingga bisa bersifat aplikatif sehingga bisa dimanfaatkan secara langsung oleh mahasiswa. Kepala sekolah mendorong guru PAI untuk meningkatkan kualitas diri dengan cara mengikuti pelatihan dan membaca buku-buku keilmuan umum. DAFTAR RUJUKAN Arifin, Muzayyin. Filsafat Pendidikan Islam . Jakarta Bumi Aksara, 2010. Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung Remaja Rosdakarya, 2001. -. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Surabaya Pustaka Pelajar, 2004. Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta Bumi Aksara, 1995. [1]Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan Islam Jakarta Bumi Aksara, 1995, 127. [4]Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam Surabaya Pustaka Pelajar, 2004, 40. [6][6]Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam Jakarta Bumi Aksara, 2010, 1. [7]Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Bandung Remaja Rosdakarya, 2001 , 65.
pertanyaan sulit tentang filsafat pendidikan